Telp : +62370633077

PERSIAPKAN SISWA KE TIMUR TENGAH, MAN 2 MATARAM JAJAGI MOU DENGAN UIN MATARAM


Mataram- Standar Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang Kepala Madrasah yang termaktub dalam Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 yakni: Kompetensi Manajerial, Kompetensi Kewirausahaan, Kompetensi Supervisi, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial.

Salah satu Kompetensi yang tengah dilakukan oleh Kepala MAN 2 Mataram  saat ini  yakni Kompetensi Sosial. Dalam kompetensi ini poin-poinnya menyebutkan tentang bekerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan madrasah, berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Sebagai implementasi dari Kompetensi tersebut, hari ini (17/11) rombongan MAN 2 Mataram berkunjung ke UPT Bahasa UIN Mataram. Diterima langsung oleh Kepala UPT yakni Bapak Dr. Yek Amin Azis, M.Pd. Adapun tujuan dari kunjungan ini yakni untuk menjajagi kemungkinanan adanya kerjasama (MoU) dalam bidang bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Tujuan lainnya yakni untuk persiapan santri MANPK maupun siswa reguler yang berkeinginan melanjutkan kuliah ke Timur Tengah. Sebagai satu-satunya Universitas Islam Negeri di Provinsi NTB, tentu UIN Mataram memiliki sumber daya manusia yang kredibel (terpercaya) di bidangnya.

Pak Kamad mengurai “jika saat ini sekitar 50% (20-24 orang) santri MANPK yang akan menyelesaikan studinya tahun ini, memilih Timur Tengah sebagai destinasi studi mereka selanjutnya. Menurutnya, perlu ada langkah-langkah jitu dan strategis untuk mengcover keinginan dari anak-anak hebat ini, tuturnya.” 

“Kamad juga menceritakan jika santri MANPK merupakan Pondok Pesantren milik Pemerintah. Tes masuknya saja secara Nasional. Mulai tahun ini, mereka diberikan beasiswa sebesar 700 ribu/bulan/orang. Dalam proses pembelajaran, di samping mengikuti jadwal reguler juga mereka mengikuti tutorial sampai malam.

Dengan berkomunikasi dua bahasa: Inggris dan Arab, otomatis mereka memiliki dasar untuk mempersiapkan diri melanjutkan kuliah ke Luar Negeri. Pembinaan amtsilati atau Kitab Kuning secara teratur juga diberikan. Apalagi ditambah dengan pembinaan intensif dari UPT bahasa UIN Mataram nanti, maka akan semakin menambah rasa percaya diri mereka untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dr. Yek Amin Azis menceritakan bahwa sejak dua tahun silam, UIN Mataram ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara tes masuk ke Mesir bersama dengan 16 PTKIN di seluruh Indonesia.”Alhamdulillah, UIN Mataram mendapat penghargaan sebagai kampus penyelenggara terbaik di tanah air.

Tes yang dilakukan pun benar-benar profesional untuk menjaga kemurnian dan kualitas hasil tes. Sebagai penyelenggara tes resmi dari Kemenag Pusat, paling tidak mampu meminimalisir para Tekong atau Calo bergerilya dengan iming-iming jaminan lulus kepada para calon mahasiswa, urainya”.

Dr. Yek Amin bercerita pengalamannya sebagai penyelenggara ujian masuk ke Timteng, bahwa ada kompetensi-kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa, yakni membaca kitab. Pengalaman tahun lalu, hasil tes menunjukkan kemahiran calon mahasiswa berbeda-beda. Ada yang memiliki nilai bagus pada tes CBT (Computer Based Test) tetapi nilai membaca Kitab Kuning dan Bahasa kurang, demikian juga sebaliknya. 


Beliau mengurai, jika persyaratan masuk ke Mesir yang semula lima (5) juz menjadi turun ke dua (2) juz, yang dilihat sesungguhnya adalah ke-fakih-an mereka.Untuk tahun 2022 nanti akan ada seleksi ke Timteng kembali, dimana UIN Mataram sebagai salah satu penyelenggara. Dalam kegiatan sosialisasi (road show) itu, sudah dipetakan bahwa panitia akan berkunjung ke sembilan Pondok Pesantren. Ia berharap ada kuota kunjungan ke MAN 2 Mataram. 

Lebih jauh, Dr. Yek menceritakan bahwa ada alternatif kampus di Timur Tengah selain Mesir yang tengah naik daun. Yakni University of Science and Technology Yemen (USTY). Universitas ini merupakan universitas terbaik di Yaman dengan menawarkan program Sarjana, Magister dan Doktor. Perguruan tinggi ini juga memiliki sembilan fakultas, termasuk Kedokteran, Farmasi, IT, dan lain-lain. Kampus USTY memiliki lima cabang di Yaman yang tersebar di Aden, Taiz, Ibb, Hadramaut, Hodiedah dan di dua Negara berbeda, yakni Yordania dan Malaysia.

Kampus ini selain menerapkan integrasi keislaman juga mendidik mahasiswanya untuk bisa menguasai teknologi. Bagi mahasiswa disediakan asrama, beasiswa dan  halakah-halakah (majlis) untuk belajar bersama seorang Syeikh yang  sudah pasti expert di bidangnya serta berbasis ahlussunah waljama’ah. Kampus-kampus di Yaman sudah didesain modern dan dilengkapi fasilitas mentereng kelas dunia.

Rombongan begitu takjub mendengar kisah dari ahli Linguistik Universitas Negeri Yogyakarta ini. Lantunan kalimat-demi kalimat mengalir teratur dengan penuh kesantunan. Kamad berharap dalam waktu dekat ada Nota Kesepahaman antara kedua belah pihak, dan Dr. Yek akan segera diundang untuk menjadi nara sumber di hadapan para santri, wali murid, pendidik dan tenaga kependidikan di MAN 2 Mataram. 

Apalagi Bapak Kepala UPT berjanji jika memiliki kesempatan silaturahim ke MAN 2 Mataram, insyaaloh akan langsung melakukan teleconference dengan para Syeikh dari Yaman, Yordania dan Malaysia. Sehingga para wali Murid semakin yakin tentang kualitas perguruan tinggi di Timur Tengah ini.

Jika jalinan kerjasama ini terwujud, tidak menutup kemungkinan calon-calon mahasiswa dari MAN 2 Mataram bisa lulus dan berangkat dengan rekomendasi dari Kepala UPT. Begitu mendengar ini, Kamad begitu sumringah dan berkeyakinan jika ini jalan terbaik yang sudah ditentukan oleh-Nya. Silaturrahim kali ini begitu luar biasa, serta menambah keyakinan bahwa MAN 2 Mataram bisa mendunia. 

“Saya yakin, jika dari kelas 10 santri MANPK di-setting dan disiapkan sedemikian rupa, insyaaloh mereka bisa berhasil dengan baik. Kamad mengkalkulasikan dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan, akan lahir puluhan Ulama/Kyai/Tuan Guru di Lombok. Inilah mimpi besar kami untuk MANPK.Kami ingin mengembalikan marwah MANPK seperti dulu. Yang melahirkan umara’ dan ulama’. Kami juga akan memfasilitasi siswa dari kelas Reguler jika ada yang mau kuliah di Luar Negeri.

Menutup uraiannya, Kamad berharap jalinan kerjasama juga akan menyasar kepada bidang lain, termasuk beasiswa dari Rektor UIN Mataram untuk alumni MANPK. Paling tidak ada jaminan untuk anak-anak luar biasa tersebut. Karena menurutnya, alumni MANPK sudah ditempa sedemikian rupa sehingga mereka merupakan sumber daya manusia yang siap pakai.

Mudah-mudahan apa yang diikhtiarkan kedua belah pihak dapat segera terwujud. Sehingga jargon MAN 2 Mataram mendunia benar-benar nyata. Allohu ‘alam bissawab.


Penulis: Siti Rahmi [Humas M2M].

INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG:Humas MAN 2 Mataram

FB:Humas MAN 2 Mataram

YT:Humas MAN 2 Mataram

Website: www.man2mataram.net

Email: humasman2mataram@gmail.com

share:

Tinggalkan Komentar Anda