Telp : +62370633077

GAPAI HERD IMMUNITY DENGAN VAKSINASI

GAPAI HERD IMMUNITY DENGAN VAKSINASI

Vaksinasi.jpg Gambar. Kegiatan vaksinasi sesi 1 dan 2 bekerjasama dengan Puskesmas Unit Ampenan dan Mako Lanal Kota Mataram.

Mataram- Virus-Covid 19 masih bercokol di bumi persada. Sepertinya ia enggan berlalu. Tak berbilang usaha yang dilakukan pemerintah agar virus ini hengkang dari bumi pertiwi. Entah sudah berapa istilah yang sudah digunakan untuk mengamankan situasi. Mulai dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), social distancing, physical distancing, Work From Home (WFH), Karantina, Isolasi, lockdown, PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), swab antigen, terakhir Herd Immunity.

Jika dirunut sejak awal kemunculannya di Indonesia, istilah-istilah yang berhubungan dengan Covid-19 ini telah sukses menghantarkan seorang ahli Bahasa untuk membuat kamus istilah khusus Covid-19. Istilah yang selalu berganti secara teratur dan sekali lagi sukses membuat masyarakat kebingungan dengan ragam program-program itu.

Namun, terlepas dari banyaknya istilah atau tidak dalam dua tahun terakhir ini, sesungguhnya tujuannya hanya ingin membuat masyarakat Indonesia terbebas dari virus yang mematikan ini. Dan penulis meyakini itu benar. Usaha pemerintah ini patut diapresiasi.

Saat ini, yang tengah naik daun yakni istilah Herd Immunity (Kekebalan Komunal atau Kelompok). Herd Immunity adalah keadaan di mana sebagian besar masyarakat terlindungi atau kebal terhadap penularan penyakit tertentu. Herd immunity muncul dengan cara membiarkan virus terus menyebar sehingga banyak orang terinfeksi.

Ketika mereka sembuh, banyak orang akan kebal, wabah menghilang dengan sendirinya. Jika seperti ini, virus sulit menemukan inangnya yang bisa membuatnya tetap hidup atau berkembang. Karenanya, menilik dari definisi dan cara kerja dari herd immunity itu diyakini sebagai cara jitu untuk menyelamatkan masyarakat dunia dan Indonesia khususnya dari serangan monster kasat mata ini.

Herd Immunity itu sendiri akan terwujud manakala 70% dari penduduk Indonesia sudah divaksin secara lengkap. Istilah ini sebenarnya trending secara global pada awal Maret 2020 lalu, namun akhir-akhir ini menjadi semakin intens digunakan karena Pemerintah Indonesia mengejar target penduduk Indonesia seluruhnya sudah divaksin sampai Desember 2021.

Artinya, semakin banyak masyarakat yang memiliki kekebalan tubuh, semakin terbuka lebar bagi virus ini beranjak dan berlalu dari muka bumi. Untuk itu, pemerintah melalui satgas Covid-19 yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melakukan vaksinasi secara massal. Bahkan di DKI Jakarta saja disediakan 900 titik untuk vaksinasi. Jadi vaksin bisa dilakukan di mana saja. Mereka pun bisa memilih tempat vaksin yang terjangkau atau lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Bercermin dari Pemerintah DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat ketika menangani covid-19 yang turun kasusnya secara signifikan melakukan vaksinasi secara masif di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Tak tanggung-tanggung ratusan Nakes bekerjasama dengan Polri, Danrem dan Forkopimda sejak beberapa hari terakhir turun gunung. Satuan Petugas itu melakukan vaksin ke instansi-instansi pemerintah dan swasta, pasar, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, tak terkecuali ke madrasah/sekolah, pondok pesantren dan ke tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan.

Vaksinasi juga dilakukan di MAN 2 Mataram (11/9) untuk seluruh siswa. Vaksinasi dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama (11/9) vaksinasi dilakukan kepada siswa MAN 2 Mataram kelas X, XI dan XII bekerjasama dengan Puskesmas Ampenan. Ekstrakurikuler PMR diberikan amanat untuk menghandel kegiatan. Pembina PMR Erna Rafiqa, S.Pd. bertutur walau persiapan hanya satu malam, namun semua bisa dilakukan. Termasuk penyiapan tempat dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Kegiatan vaksinasi sesi pertama ini diawali dengan senam sehat bersama guru, karyawan dan siswa. Vaksinasi dilakukan setelah senam pagi, yakni mulai pkl. 08.30 sampai dengan pukul 13.00. Wita.Vaksinasi sesi dua bekerjasama dengan Mako Lanal Kota Mataram yang dilakukan di lapangan Malomba Mataram.

Sebagai Panitia internal yang menghandel kedua sesi vaksinasi, PMR MAN 2 Mataram menargetkan seluruh siswa sudah divaksinasi tahap pertama, meski Pembina mengakui bahwa beberapa siswa sudah divaksin di rumah masing-masing, tetapi paling tidak prosentase target vaksin di MAN 2 Mataram telah terpenuhi.

Bu Erna berharap, mudah-mudahan vaksinasi kedua nanti (vaksin lengkap) juga berlancar sesuai dengan yang diharapkan. Ia berterima kasih kepada Kepala Madrasah yang telah memfasilitasi pelaksanaan vaksin, lebih spesial kepada Puskesmas Ampenan kru dan Mako Lanal Kota Mataram. Mudah-mudahan sinergi ini akan tetap terjalin, tutupnya.

Mau sehat, kuat dan semangat? Ayo vaksin! [Siti Rahmi-Humas M2M].

INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG:Humas MAN 2 Mataram

FB:Humas MAN 2 Mataram

YT:Humas MAN 2 Mataram

Website: www.man2mataram.net

Email: humasman2mataram@gmail.com

share:

Tinggalkan Komentar Anda