Telp : +62370633077

SEJUMLAH PEJABAT ELIT KEMENTERIAN KEUANGAN RI BERKUNJUNG KE MAN 2 MATARAM

WhatsApp Image 2021-11-11 at 19.18.05 (1).jpeg Gambar : Kepala MAN 2 Mataram dan para guru menyambut hangat kedatangan Pejabat Kemenkeu, Ibu Dwi Irianti Hadiningdyah

Mataram- Hari ini (11/11) kembali MAN 2 Mataram dikunjungi oleh rombongan dari Pusat. Setelah bulan lalu Wakil Menteri Agama juga berkunjung. Kali ini sepuluh orang dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Salah satunya adalah Ibu Dwi Irianti Hadiningdyah. Beliau merupakan Direktur Pembiayaan Syari’ah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. Orang nomor satu di bawah Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani ini beserta rombongan berkesempatan mengunjungi MAN 2 Mataram setelah sebelumnya singgah di UIN Mataram pasca landing tadi pagi.

Kunjungan kali ini terkait dengan gedung yang dibiayai oleh SBSN (Surat Berharga Syari’ah Negara) tahun 2020. Rombongan diterima oleh Kamad, Jajaran Waka, Penjamin Mutu Madrasah, perwakilan Kanwil Kemenag NTB dan Perwakilan dari Kemenag Kota Mataram. Rombongan diterima di ruang rapat. Pembukaan dan sambutan diberikan oleh Kepala Madarsah. Bapak Kepala mengucapkan selamat datang serta berterima kasih kepada rombongan yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk berkunjung ke madrasah. "Ini merupakan kebahagiaan bagi kami dengan kunjungan ini, tuturnya".

Dalam sambutannya, Kamad menceritakan sejarah singkat MAN 2 Mataram yang merupakan peralihan dari PGA (Pendidikan Guru Agama) lalu kemudian menjadi madrasah model, akhirnya sampai dengan tahun ini ditetapkan sebagai Madrasah Unggulan.

Salah satu unggulan di MAN 2 Mataram yakni adanya MANPK (Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan), yakni madrasah yang memiliki asrama (boarding school). MANPK merupakan program unggulan Kemenag RI.Tes masuk di program ini sangat ketat, berlaku secara Nasional.

Oleh sebab itu, bersama 10 MANPK se-Indonesia, MAN 2 Mataram mendapatkan dana pembangunan yang bersumber dari SBSN tahun 2019. Implementasinya berupa gedung Asrama Putra dan Laboratorium Keagamaan. Dua gedung tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk ruang kelas dan tempat tidur full AC.

Tahun 2020, MAN 2 Mataram kembali mendapatkan dana yang bersumber dari SBSN. Wujudnya berupa Gedung Pusat PembelajaranTerpadu. Gedung ini, medio 11 Maret 2021 lalu sudah diresmikan oleh Menteri Agama Cholil Yaqut Kaumas.

WhatsApp Image 2021-11-11 at 19.18.06.jpeg

Program Unggulan madrasah lainnya yakni branding Bahasa. Saat ini ada empat program Bahasa Asing yang sudah berjalan, yaitu: Bahasa Inggris, Bahasa Korea, Bahasa Arab dan Bahasa Jepang. Bahasa Inggris sudah sampai ke tingkat Internasional, salah satunya dengan meraih Juara Debat di Filiphina, Manila. Tim Debat berhasil membawa 13 medali.

Enam medali emas dan tujuh medali perak dalam berbagai kategori. Kamad bercerita dengan penuh haru, bahwa prestasi-prestasi yang dicapai siswa madrasah baik akademik maupun non akademik begitu membanggakan. Ini berarti bahwa siswa madrasah sudah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah hebat lainnya.

Bahasa asing lainnya yang tengah menggeliat yakni Bahasa Korea. Bulan Mei 2021 lalu madrasah dikunjungi oleh Perwakilan dari Duta Besar Korea Selatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat terjalin kerjasama yang membuka peluang siswa MAN 2 Mataram mendapatkan beasiswa kuliah di sana. Demikian juga dengan program Bahasa arab, berkali-kali menang dan mengikuti even atau lomba Bahasa Arab tingkat Nasional. Program Bahasa Jepang pun tidak mau ketinggalan. Sepertinya semua berlomba menunjukkan performance terbaik dalam rangka mencapai branding Bahasa Internasional tersebut.

Program unggulan lainnya, yakni bidang KSM. Bidang ini telah ratusan mengumpulkan medali dari berbagai lomba tingkat Nasional. Demikian juga dengan program-program lainnya.

Kamad juga menceritakan dampak atau manfaat dari adanya bangunan yang bersumber dari SBSN, di antaranya: masyarakat atau stakeholder semakin percaya dengan pendidikan madrasah, efeknya input yang diterima madrasah semakin baik. Demikian juga dengan output atau alumninya, sudah tersebar di lima benua.

Malayasia, Turki, Yaman, Kairo, Maroko, Sudan, Polandia, Australia, Taipei (Taiwan), dan lain-lain. Tahun ini saja yang diterima di Eropa (Fakultas Kedokteran dan IT di Jerman dan Inggris) tiga orang, Turki 3 orang, Mesir 2 orang, dan Yaman serta Qatar masing-masing satu orang.

Alumni sebelumnya juga sudah banyak yang sedang menuntut ilmu di Luar Negeri. Efek dari adanya SBSN ini juga menimbulkan rasa aman dan nyaman warga madrasah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terutama pembelajaran dan pelayanan prima yang diberikan oleh tenaga kependidikan. Saat ini input siswa berasal dari hampir seluruh provinsi di Nusantara. Kamad mengurai bahwa madrasah masih membutuhkan laboratorium Biologi, Fisika, Kimia dan Perpustakaan, dan berharap ada bantuan lagi untuk mewujudkan fasilitas yang belum dimiliki.

Terkait kunjungan ini, Ibu Direktur Bidang Syari'ah: Ibu Dwi Irianti Hadiningdyah beliau sangat berterima kasih dengan sambutan hangat dari keluarga besar MAN 2 Mataram. Beliau mengaku terharu sekaligus bangga ketika menyimak cerita Kepala Madrasah tentang berbagai capaian dan prestasi yang diberikan oleh siswa baik bidang akademik maupn non akademik.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin yakin bahwa pendidikan madrasah sangat baik untuk putra-putrinya. Ibu dwi juga senang ketika mengetahui bahwa adanya dana dari SBSN ini berdampak pada input dan output madrasah. Lebih-lebih ketika beliau mengetahui bahwa sudah banyak siswa madrasah yang kuliah di Luar Negeri. Apalagi sudah ada yang di terima di Eropa se-bonafid Oxford University dan kampus di Jerman. Ini sangat membanggakan.

Beliau menyatakan bahwa tidak mudah mendapatkan beasiswa di universitas bergengsi tersebut. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak terbelakang. Ini patut disyukuri dengan meningkatkan kinerja yang maksimal serta pelayanan yang baik bagi warga madrasah, masyarakat maupun stakeholder dan pengguna lulusan.

WhatsApp Image 2021-11-11 at 11.53.04.jpeg

Terkait SBSN, ibu Dwi mengingatkan bahwa hal utama yang harus dipahami oleh madrasah yakni memahami bentuk dari SBSN itu sendiri dan bagaimana cara mendapatkannya. Salah satunya yakni dengan adanya instrumen. Instrumen ini isinya tentang bagaimana mengajak para investor untuk kembali berinvestasi untuk negara. Hasilnya tidak sekedar pembiayaan, tetapi berharap bisa mendukung semua program pemerintah secara langsung. Seperti yg diterima MAN 2 dan UIN saat ini, urainya.

Program SBSN ini di mulai tahun 2008. Sudah banyak yang mendapatkan manfaat dari program ini. Untuk asrama haji saja sudah enam kali diberikan untuk revitalisasi, begitu juga dengan embung/waduk, jembatan dan bandara di Kupang. Harapan kami bagaimana bentuk pertanggungjawaban dari madrasah yangg diberikan dana SBSN utk menghasilkan siswa yang berprestasi. Program ini sesungguhnya bagaimana mewujudkan pemerataan pendidikan.

Ibu Direktur juga memberi harapan bahwa semua cerita baik tentang MAN 2 Mataram akan disampaikan ke Ibu Menteri bahkan ke Bapak Presiden. Beliau juga akan mencoba berkomunikasi dengan Direktur KSKK Kemenag RI tentang hal tersebut.

Ini dilakukan dalam rangka menunjukkan kepada masyarakat, bahwa program SBSN nyata memberi manfaat yang baik untuk umat bukan hoax. Dengan catatan ada proposal dan video testimoni dari siswa, masyarakat dan stakeholder tentang manfaat yang sudah dirasakan dari dana SBSN. Lalu testimoni tersebut dikirim ke Kementerian, ujarnya.

Beliau bercerita di Kementerian Keuangan ada Program Kementerian Mengajar. Dimana Ibu Menteri sendiri yang langsung menjadi pengajarnya. Ibu Sri Mulyani merupakan sosok Menteri yang benar-benar senang ketika mendengar siswa berprestasi, apalagi sampai bisa masuk kuliah di universitas ternama di dunia.

Berbekal cerita baik tentang prestasi hebat siswa MAN 2 Mataram tersebut, tidak menutup kemungkinan beliau bersedia mengajar di MAN 2 Mataram, minimal Ibu Menteri bisa berdialog dengan mereka plus memberikan motivasi. Dalam kesempatan itu, ibu Direktur berpesan: “Tolong sampaikan apresiasi kepada masyarakat tentang investasi mereka di SBSN. Begitu juga dengan siswa dan alumni agar mereka diberikan pemahaman tentang apa sesungguhnya SBSN itu. Jika kenal lebih awal, mereka akan semakin senang dan sayang, bahwa SBSN memiliki manfaat yang luar biasa, tuturnya.”

Menurutnya, menjadi MAN Unggulan juga tidah mudah. Ada beberapa faktor yang harus dimiliki, sehingga nanti bisa menjadi prioritas utama. “Mari hilangkan mindset jahiliyah, yang mengatakan SBSN itu bisa diperoleh dengan IP (Indeks Pendekatan).

Semua berdasarkan perencanaan atau proposal bukan hanya di atas kertas tapi eksekusi yg jelas. Mari kita jaga bersama marwah SBSN ini, jangan pernah berbicara mengenai gratifikasi, urainya.”

Menutup sambutannya, beliau berharap madrasah bisa menyiapkan SDM yang unggul sebagai estafet kepemimpinan di masa depan. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Semoga kunjungan kali ini semakin menguatkan MAN 2 Mataram sebagai pioneer bagi madrasah lainnya. BRAVO!!

**Penulis: Siti Rahmi

**INFO TENTANG MAN 2 MATARAM JUGA BISA DILIHAT DI:

IG:Humas MAN 2 Mataram

FB:Humas MAN 2 Mataram

YT:Humas MAN 2 Mataram

Website: www.man2mataram.net

Email: humasman2mataram@gmail.com****

share:

Tinggalkan Komentar Anda