Telp : +62370633077

SANTRI MANPK MAN 2 MATARAM BORONG JUARA NASIONAL

Mataram- Memiliki kemampuan berbicara (public speaking) di depan orang banyak tidak sesederhana yang dipikirkan orang. Diperlukan latihan yang rutin dan keterampilan agar dapat mempengaruhi orang lain. Karena ketika seseorang sudah berada di atas panggung atau mimbar, ia harus menguasai audience sehingga ia tidak nervous (grogi) untuk berbicara.

Kemampuan seorang public speaker sangat diperlukan untuk membangun chemistry (keterikatan) dengan audience saat berkomunikasi di depan umum. Hal ini berlaku baik di depan orang yang sudah dikenal maupun yang belum.

Salah satu manfaat memiliki kemampuan public speaking yakni untuk meningkatkan rasa percaya diri sehingga ia dapat menyampaikan informasi dengan jelas dan berterima kepada semua orang serta ia harus menyesuaikan target/audience sesuai dengan materi yang disampaikan.

WhatsApp Image 2021-08-18 at 18.53.03.jpeg

Gambar- Santri MANPK MAN 2 Mataram Zul Rijal Fathoni dalam salah satu even Nasional yang diikuti

Kemampuan public speaking inilah yang dimiliki oleh salah seorang santri MANPK yang membawanya menjuarai empat even Nasional dan Provinsi berturut-turut. Dia adalah Zul Rijal Fathoni.

Toni demikian sapaan akrabnya. Kali ini Toni meraih juara 1 Lomba Da’i yang diadakan oleh SIGMA Universitas Semarang pada kegiatan lomba Gema Ukhuwah Sigma Al-Khair.

Even ini merupakan agenda rutin tahunan Sigma UNNES yang bertujuan untuk mewujudkan generasi rabbani yang berprestasi dan menginspirasi. Pada kegiatan lomba Gema Ukhuwah ini terbagi menjadi 4 cabang mata lomba yaitu: da’i, kaligrafi, poster dan tilawah. Lomba da’i merupakan bidang lomba dakwah keagamaan dalam bentuk pidato atau kultum.

Lomba da’i ini diselenggarakan dengan tujuan: (1) meningkatkan kecintaan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya guna membentuk generasi muda dan masyarakat yang berbudi luhur, (2) menumbuhkan semangat dakwah dan peningkatan syi’ar Islam di lingkungan siswa Aliyah/SMA sederajat pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, dan (3) mengembangkan potensi yang sudah dimiliki para generasi muda dalam melestarikan seni budaya islami.

Khusus lomba da’i diikuti oleh 60 orang peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. Meski banyak saingan berat, Toni mengaku tidak gentar, justru itu jadi pelecutnya untuk terus berjuang meraih kemenangan. Menurutnya, dakwah itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, tentu dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing orang. Sehingga ia berpikir, meski tidak juara sekali pun setidaknya ia sudah menjalankan dakwah dengan batas kemampuan yang dimilikinya.

Deretan prestasi Toni sebelumnya yakni juara 1 tingkat Nasional dalam bidang Ceramah dan lomba-lomba Pidato Bahasa Arab. Prestasi lainnya yakni: (1) Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab di Universitas Muhammadiyah Magelang, (2) Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab di Tadangate Institute, Mamuju- Sulawesi Selatan, Juara 1 Lomba Ceramah di SMAN 1 Mataram, dan berbagai kejuaraan Nasional dan Provinsi lainnya.

Ketika ditanya tentang persiapan apa yang dilakukan sebelum lomba, remaja ramah yang memiliki senyum khas ini menuturkan bahwa ia harus mempersiapkan diri dengan maksimal, seperti: latihan rutin, menguasai materi, menetapkan target, memahami audience, menyiapkan pakaian yang sesuai dengan materi lomba, melatih gaya tubuh (mimik dan pantomimik), intonasi, serta memiliki rencana cadangan (plan B).

Melatih diri sebelum melakukan sebuah penampilan perlu dilakukan. Hampir semua orang yang ingin tampil di depan khalayak ramai pasti melakukan latihan rutin agar persiapan matang. Kegiatan ini misalnya dengan mengatur posisi atau suasana yang persis dengan saat lomba. Tentu saja dengan melakukan observasi terlebih dahulu, yakni dengan membaca semua juklak dan juknis yang diberikan oleh penyelenggara.

Menguasai materi yang akan disampaikan sangat penting. Berilah kesan kepada audience bahwa sebagai seorang public speaker memang benar-benar terlihat menguasai bahan atau materi. Kalau bisa materi jangan dihafal, karena biasanya kalau menghafal ketika lupa sekali saja teks, maka akan kacaulah performance saat itu juga.

Menetapkan target dan menguasai audience juga penting dilakukan agar apa yang akan disampaikan nanti tepat sasaran. Hal ini juga terkait dengan gaya bahasa yang akan dilakukan nantinya. Semisal menyampaikan informasi kepada remaja dan dewasa tentu gaya bahasa yang digunakan akan berbeda.

First exicted impression sangat penting diberikan. Ini bermakna bahwa ketika seseorang tampil di depan khalayak, kesan pertama yang diberikan kepada audience harus menggoda. Dengan berpakaian yang pantas, rapi dan sopan serta menarik pastinya bisa menjadi pesona tersendiri bagi audience.

Berbicara di depan khalayak bukan hanya gaya bahasa saja yang dibutuhkan, tetapi memberikan mimik dan pantomimik (gerak tangan dan tubuh) juga penting dilakukan, apalagi dibarengi dengan intonasi yang manis serta menarik bisa dipastikan apa yang akan disampaikan itu akan membius pemirsa.

Hal yang terakhir yang tidak boleh disepelekan yakni memiliki rencana cadangan atau plan B. Ini bermakna bahwa ketika lomba harus menggunakan laptop tiba-tiba terjadi crowded atau hal yang tidak diinginkan, maka si pembicara harus menyiapkan rencana cadangan, umpama materi harus sudah ada di flash disc atau dengan menggunakan gawai pintar (smartphone) yang memiliki fitur-fitur yang lengkap.

Menurut pengakuannya, Toni sangat suka membaca kitab gundul (kitab kuning). Hal ini selaras dengan kemampuan Bahasa Arab yang dimiliki. Kemampuan Bahasa Arab yang dimilikinya saat ini juga akan digunakan untuk melanjutkan kuliah di Timur Tengah nanti. Ia bersyukur, dengan banyaknya lomba yang dimenangkan, paling tidak memacu ghirah-nya untuk semakin meningkatkan diri, terutama kemampuan ceramah dan berbicara dalam bahasa Arab.

Mudah-mudahan apa yang dicita-citakan oleh Toni tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Tetap semangat, tetap meningkatkan kemampuan diri, rajin berdiskusi, mencari refensi lain serta tetap berdo’a dan ta’zim kepada kedua orang tua dan guru. Semangat!! [Siti Rahmi- Humas M2M].

share:

Tinggalkan Komentar Anda